A Solo Exhibition by Siti Adiyati, Oktober 2025

Siti Adiyati

Siti Adiyati lahir di Yogyakarta pada 1951. Di masa kanak-kanak Siti Adiyati dididik seni tari klasik Keraton Yogyakarta. Ia menyelesaikan pendidikan formal seni lukis di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) dan kemudian Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia – Akademi Seni Rupa Indonesia (STSRI – ASRI) Yogyakarta, walau sempat terkena skorsing akibat dari partisipasinya dalam Peristiwa Desember Hitam 1974. Siti Adiyati adalah satu di antara beberapa eksponen Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) yang menyelenggarakan pameran pada 1975 – 1979 dan Proyek Pasaraya Dunia Fantasi 1987.

Ibu Atik, biasa ia dipanggil, bekerja sebagai pengajar, menulis, dan telah menerbitkan beberapa buku. Ia memperoleh banyak penghargaan antara lain: Penghargaan Chevalier l es Arts et Letters dari pemerintah Perancis yang diterimanya pada 1994, Friend of the Arts Award dari National Arts Council Singapore pada 2022, dan Penghargaan Livingtime Achivement dari Yayasan Biennale Yogyakarta pada 2023.

Pada 2025, Siti Adiyati menyelenggarakan pameran Immersive di galeri Labyrinth Nuanu, Bali dan Pagelaran Seni Art Blero: Domino dan Kekuasaan Alam di Pendapa Adyaksa, Jogja National Museum, Yogyakarta.

EVENTS

Blero

Blero itu terjadi di ranah visual. Bila di dalam khasanah musik jawa, terdapat nada slendro, bila berada di dalam cara berbicara jawa, disebut slenco. Ia adalah sesuatu yang dianggap tidak

GET CONNECTED

Alamat

Jl. Kayen Raya No.192 Kayen, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281