
Universe, 2019, Tinta Cina dan Warna di atas Kanvas, 250 x 180 cm
Karya yang di buat pada tahun 2019, tinta cina dan warna diatas kanvas ukuran 180 cm x 250 cm, Berserita tentang awal semesta dan kehidupan dunia ketika galaksi yang disebut bima sakti ini memperlihatkan energinya menjadi sosok yang mengental, berproses dan membentuk dirinya. Kemudian ketika kedelapan planet membentuk sistemnya dengan poros bintangnya yang disebut matahari. Salah satu planet yang berkehidupan kemudian melahirkan makhluk hidup dan membentuk peradaban adalah bumi. Di bumi terdapat unsur kehidupan yang disebut tanah, air, api dan angin yang memungkinkan ada pertumhuhan, kelahiran dan kehidupan baru. Ketika era kehidupan manusia bertumbuh pesat duniapun dipenuhi oleh nafsu, Kekuasaan serta kekejaman. Zaman Kaliyuga atau zaman kehancuran ini mematahkan arus kehidupan menjadi kematian yang tak kunjung henti. Dunia yang berawal dari energi dan tumbuhnya spora menjadi kehidupan yang terus menerus memperbaiki diri pada akhirnya terbalik [waringin sungsang] manusialah yang mematikan kehidupannya sendiri. Ukuran masing masing 120×240 cm (recto verso), karya th. 2019 Tinta akrilik diatas hardboard, Universe berkisah mengenai semesta, alam, mahluk hidup dan problematiknya. Seperti layaknya sebuah kisah tentu mengandung sebuah fantasi dan imajinasi tentang kehidupan, kehancuran tanpa keabadian. Setidaknya itu yang pernah dikisahkan oleh peradaban manusia.
Universe 1
Kisah tanpa awal tanpa akhir memilih munculnya planet saat nebula berubah menjadi cakram gas dan debu tipis membentuk proto bintang di intinya, serta gugusan bintang bintang di angkasa sebagai awal mula benda alam yang terbentuk sebagai sebuah galaksi atau tata surya yang dinamakan Bimasakti, dimana terdapat 8 planet sebagai keluarganya. Salah satu planet itu disebut Bumi dimana manusia membentuk dirinya dari debu yang halus melalui titian benang atau dalam bahasa peradaban terbentuk dari citra penciptanya. Dalam kitab Perjanjian Lama disebut Genesis.
Universe 2
Waktu, tempat dan keadaan lalu menentukan segala mahluk hidup menjalani siklus kehidupannya dibantu oleh cahaya yang dipantulkan oleh poros Bimasakti, Mata Hari. Inti atau mata dari hari hari itulah sumber kehidupan yang ditandai dalam penanggalan oleh manusia dan musim oleh hewan dan tanaman serta angin, air, tanah dan api. Banyak manusia menyebutnya sebagai pranata mangsa atau sistem kalender.
Universe 3
Ketika manusia mendominasi lingkungan dan berkuasa atas semua mahluk di planet bumi, dengan kemampuan intelegensia nya, dia mengambil dan menggeser citra penciptanya sebagai kuasa yang terpecah. Zaman yang mempertaruhkan kehidupan semesta ini menjadi ruang perebutan kuasa oleh sesama manusia dan menisbikan mahluk hidup yang lain. Era dimana keserakahan dan kematian mengambil ruang besar dalam alam semesta ini, seperti zaman Kaliyuga dalam peradaban Hindu.
Universe 4
Tidak ada zaman keabadian, kehidupan yang selaras pada alam lingkungan dan kemampuan berpikir dan kemajuan manusia. Peradaban manusia yang telah dibangun ribuan tahun dengan peperangan, saling memangsa dan juga kemajuan yang membawa dunia terang bagi seluruh penghuni alam semesta ini digelapkan oleh adanya distopia, seakan semuanya tampak baik dan maju akan tetapi dunia sudah terbalik atau berubah tanpa kita sadari. Bencana dan keserakahan silih berganti menerjang bagai gelombang laut tanpa henti. Dalam cerita lama disebut sebagai Waringin Sungsang atau dunia yang terbalik. ( SA 11/ 2021-Bali Bhuwana Rupa)
Details






